Afifah Farida

/Afifah Farida
mm

About Afifah Farida

Afifah Farida Jufri, M.Si. (Pekanbaru, 25 Mei 1989), Menyelesaikan pendidikan S2 dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2015. Sejak tahun 2016, ia kembali ke kota kelahirannya, Pekanbaru, untuk membangun dan mengembangkan sebuah laboratorium pertanian skala rumahan, bernama Pusat Studi Agrikultur Sayurankita demi meneliti kemungkinan pengembangan ilmu pengetahuan pertanian lewat kerangka lintas disiplin, terutama pendekatan dan metode yang berasal dari ranah seni, media alternatif, dan praktik-praktik kreatif di ranah kebudayaan kontemporer lainnya.

AksaraTani; Sumber Pangan Laut Ketika Air Surut (Mengangsat)

Hidup di pulau sangat identik dengan laut. Hampir semua menu makanan berasal dari laut, baik ikan, udang, cumi-cumi, bahkan rumput laut. Tidak terkecuali dengan pulau kecil Gili Meno yang sebelum pariwisata masuk, sumber makanan utamanya berasal dari laut. Berbicara pangan laut, bagi masyarakat Gili Meno tidak melulu harus ikan, cumi, atau udang, tetapi juga bembulung [...]

By | 2018-02-06T04:29:35+00:00 February 6th, 2018|AksaraPangan|0 Comments

AksaraTani; Gotong Royong Warga Membuat Rengka

Lombok memiliki cara tersendiri dalam merayakan hari-hari besar umat Islam, salah satunya hari kelahiran Nabi Muhammad Saw, pada bulan Rabiul Awal, yang bertepatan pada pertengahan bulan November hingga Desember 2017 lalu. Berbeda dengan perayaan di daerah lain, perayaan Maulid Nabi di Lombok sangat terasa sejak memasuki bulan kelahiran tersebut sampai hari terakhir. Dengan sendirinya, daerah-daerah [...]

By | 2018-02-06T03:42:50+00:00 February 6th, 2018|AksaraPangan|0 Comments

AksaraTani; Milik Siapa? Ironi Di Tanah Sendiri.

Pada tahun 2009, Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan kawasan Gili Matra (Meno, Trawangan dan Ayer) sebagai Taman Wisata Perairan dengan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) No. Kep.67/MEN/2009, dan sejak tahun 2011 Pemerintah Indonesia menjadikan Lombok dan Gili Matra sebagai salah satu dari dua Destinasi Pariwisata Nasional di Nusa Tenggara Barat. Penetapan Gili Matra [...]

By | 2018-02-06T04:03:13+00:00 February 5th, 2018|AksaraPangan|0 Comments

AksaraTani; Ares(Bukan Dewa Perang) Masakan Khas Berbahan Bonggol Pisang

“Selain pelecing kangkung, apalagi sih makanan yang khas di Lombok?” pertanyaan itu saya lontarkan ke Oka, salah satu teman dari Lombok yang saya temui di Jakarta beberapa waktu lalu. Dengan bangga, Oka menjawab “Äres”. Ketika mendengar kata ares, saya langsung teringat salah satu dewa dalam mitologi Yunani Kuno, yaitu dewa perang anak dari dari dewa [...]

By | 2018-02-05T14:20:36+00:00 February 5th, 2018|AksaraPangan|0 Comments

AksaraTani; Pesan Buah & Sayuran, Antar Ke Warung Makan.

Salah satu penopang perekonomian utama Gili Meno adalah perdagangan. Hampir di seluruh Gili Meno dapat kita temukan pengusaha bungalow, penjual jasa perjalanan pariwisata (snorkeling, diving, atau penyewaan kapal) dan pengusaha rumah makan baik makanan lokal atau western.  Melalui perdagangan pula hubungan antara Gili Meno dan mainland (pinggir/Lombok) tidak dapat dipisahkan. Hal ini dapat dilihat dari [...]

By | 2018-02-03T03:19:04+00:00 February 3rd, 2018|AksaraPangan|0 Comments

AksaraTani; Selain Pariwisata. Kopra, Mikroekonomi Warga .

Ditengah pembangunan pariwisata yang begitu pesat di Gili Meno, kita masih dapat menemukan kebun kelapa yang masih produktif meskipun tidak begitu dipelihara dengan baik. Pohon-pohon kelapa yang ada sekarang adalah pohon kelapa yang ditanami oleh orang-orang Gili Air sebelum pindah dan tinggal di Gili Meno. Dari cerita pengalaman Bi Ana dan Bu Sudi, sewaktu kecil [...]

By | 2018-02-03T02:36:42+00:00 February 3rd, 2018|AksaraPangan|0 Comments

AksaraTani; Aktivitas Warga Di Pelabuhan Gili Meno

Salah satu tempat yang paling sibuk di Gili Meno adalah pelabuhan. Mulai dari pagi pukl  07.00 sampai 17.00 WITA akan selalu ada yang datang dan pergi dari dan ke pelabuhan Gili Meno. Tidak hanya orang lokal, di pelabuhan Gili meno kita akan lebih mudah menemukan orang asing yang sengaja datang ke Gili Meno untuk liburan [...]

By | 2018-02-02T17:26:52+00:00 February 2nd, 2018|AksaraPangan|0 Comments

AksaraTani; Cidomo Alat Transportasi Di Gili Meno

Cidomo merupakan satu-satunya angkutan umum yang akan kita temui sejak menginjakkan kaki di Gili Meno. Masyarakat yang mendiami pulau dengan luas yang hanya 150 ha sampai saat ini tidak mengizinkan kendaraan bermesin karena mengganggu ketentraman dan kedamaian pulau dengan suara bising kendaraan. Cidomo adalah singkatan dari Cikar, dokar dan motor. Jika Cikar adalah kendaraan yang [...]

By | 2018-02-02T16:53:41+00:00 February 2nd, 2018|AksaraPangan|0 Comments

AksaraTani; Mandi Safar, Ritual Penolak Bala’

Salah satu tradisi yang masih dilakukan oleh masyarakat tiga Gili (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air) adalah mandi safar “Rebo Bontong” yang diadakan setiap hari Rabu minggu terakhir di bulan Safar. Menurut cerita beberapa warga Gili Meno, mandi safar “Rebo Bontong” merupakan tradisi dari Bugis dan Manggar yang masih dilakukan sampai saat ini, dan [...]

By | 2017-12-19T13:49:52+00:00 December 19th, 2017|AksaraPangan|0 Comments

AksaraTani; Penjual Tanaman di Pulau Garam

Seperti biasa , pagi itu kampung di Gili Meno  masih sepi. Menurut beberapa orang lokal yang memiliki usaha penginapan, termasuk Mbak Ace bahwa bulan Oktober sampai Desember nanti adalah bulan-bulan sepi kedatangan tamu.  Bulan ini biasanya digunakan untuk melangsungkan pembangunan dan pembenahan kebun setelah musim kering. Biasanya hujan di gili meno di mulai pada bulan [...]

By | 2017-12-18T15:43:56+00:00 December 18th, 2017|AksaraPangan|0 Comments