Pasirputih; Berbagi Bahagia Dengan Cita dan Cinta

//Pasirputih; Berbagi Bahagia Dengan Cita dan Cinta

Penyaluran bantuan Yayasan Pasirputih terus dilakukan hingga satu bulan pasca gempa. Relawan Pasirputih lebih banyak menyalurkan bantuan kemanusiaan ke titik pengungsian yang ada di Lombok Utara dan beberapa lokasi yang terdapat di Lombok Barat khususnya di Kec. Gunungsari. Dalam data penyaluran Pasirputih pada periode 6 Agustus – 5 September 2018 sebanyak 100 kali pengiriman dengan 73 titik pengungsian mulai dari Kecamatan Gunungsari, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan dan Bayan.

Posko bantuan kemanusiaan Pasirputih semakin ramai dengan datangnya kawan kerabat yang bersedia menjadi relawan. Pola penyaluran yang digunakan Pasirputih mulai menggunakan pola paketan sembako lengkap. Dalam satu paket sembako tersebut terdapat beras, bumbu dapur, ikan asin dan sayuran yang dapat diolah oleh warga secara langsung. Karena pada pengalaman sebelumnya, beras yang diberikan dengan volume karung-an tidak dapat disalurkan secara merata dan menuai persoalan baru di pengungsian.

Oleh karena itu, kedatangan kawan kerabat yang bersedia menjadi relawan menjadi sebuah kebanggaan bagi kami atas semangat mereka. Kedatangan mereka membuat pekerjaan di posko semakin ringan dan cepat selesai terutama soal membungkus paketan sembako tersebut dan Pola paketan terus dilakukan hingga saat ini.

Relawan Pasirputih juga berasal dari Surabaya yang bersedia menjadi sopir pick up dan bertugas menyopiri penyaluran  bantuan. Namanya Imam Santoso, Imam panggilan akrabnya.  ia adalah seorang pegawai salah satu perusahan mobil di Surabaya. Kedatangannya pula seolah kebetulan. Saat itu Pasirputih pontang-panting mencari sopir untuk sebuah mobil pick up yang pemakaiannya digratiskan oleh seorang donatur lokal. kami mesti mencari sopir untuk mobil tersebut kendati kawan-kawan Pasirputih belum ada yang bisa menyetir mobil.

Setelah Imam ikut serta dalam tim pura-pura relawan Pasirputih selama hampir dua minggu, ia pun harus kembali ke Surabaya untuk myelesaikan beberpa pekerjaan yang ditinggalkan. kedatangannya ke Lombok karena ia meminta cuty dari perusahan untuk menjadi relawan di lombok pasca gempa 5 Agustus 2018.

Kepulangan Imam kembali membuat kami pontang panting mencari sopir untuk mobil angkutan penyaluran bantuan. Saat itu kami menyiasatinya dengan menggunakan mobil di pangkalan pasar untuk terus menyalurkan bantuan. Paketan sudah disiapkan, barang-barang lain yang dibutuhkan warga pun telah di pilah sesuai lokasi. Sebelum berangkat kelokasi pengungsian, tradisi kami ialah berdo’a agar diberikan keselamatan pada saat melangsungkan pengiriman dan semua niatan baik berjalan lancar.

Hari pertama kami menggunakan mobil angkutan pasar menjadi hari paling buruk saat mengirim bantuan. Pasalnya, sopir angktan tersebut menurunkan barang bantuan ditengah perjalanan dengan alasan adany janji lain yang harus ia penuhi. Saat itu kami diturunkan di pemenang yang harusnya bantuan tersebut di turunkan di titik pengungsian yang ada di kec. gangga. Si sopir membuat kami geram, kesepakatan diawal tidak ia penuhi. Sementara warga di salah satu titik pengungsian gangga sudah menunggu kedatangan kami.

Di pemenang, kami berupaya mendapatkan tumpangan untuk menyalurkan bantuan ke titik yang telah di sepakati. Alhamdulillah, siang itu kami mendapat tawaran dari salah seorang warga yang memiliki mobil pick up. Namun sialnya lagi, saat pintu mobil di buka, kunci mobil malah patah dan mobil tersebut tidak dapat digunakan. Kami semakin bingung, dimana lagi mendapatkan mobil angkutan untuk menyalurkan bantuan tersebut. Hingga pada akhirnya kami menggunakan mobil Avanza milik Dema Nugraha yang merupakan salah satu partisipan Beyoung 2016. Mulai hari itu kami berupaya untuk menyewa mobil angkutan dengan tempo tertentu agar pengiriman tidak lagi terhambat.

Hingga pada tanggal 17 September 2018, Pasir putih mulai fokus pada pembuatan toilet darurat, microfinance dan ArtQuake karena menurut tim survei pasirputih kebutuhan logistik warga terdampak gempa sudah mulai stabil bahkan sudah mulai menumpuk. Walau di beberapa lokasi pengungsian warga masih membutuhkan sembako, akibat dari pembagian yang tidak merata.

Data terakhir penyaluran bantuan Yayasan Pasirputih pada tanggal 24 September 2018 sejumlah 139 kali penyaluran dengan 91 Titik pengungsian, 9 unit Toilet darurat (Double) tersebar di kabupaten Lombok Utara dan Lombok Barat. Pada data tersebut tidak tertulis penyaluran bantuan kepada warga terdampak yang datang ke posko secara personal.

Kami selalu optimis bahwa warga terdampak gempa Lombok akan pulih dan akan sampai pada kesetabilan sosial-kemasyarakatannya. Walau pada akhirnya psikologi warga mulai berubah karena pengaruh tipografi daerah yang rawan bencana. warga akan menjadi semakin waspada, lebih memperhatikan keluarga, tetangga kerabatnya. Sebab akan datang masa dimana warga akan saling membutuhkan, saling bergandeng tangan untuk bangkit dari ketergantungan dan keterpurukan.

Lombok Kuat!

By | 2018-10-01T04:08:48+00:00 October 1st, 2018|Journals|0 Comments

About the Author:

mm

Leave A Comment