Miftahul Ulum De Koning School Segenter; Cipta Generasi Tanah Adat Tapak Rinjani

//Miftahul Ulum De Koning School Segenter; Cipta Generasi Tanah Adat Tapak Rinjani

Berangkat dari persoalan kemanusiaan hingga persoalan kepercayaan. Sejatinya manusia adalah makhluk yang tumbuh dan berkembang melalui proses alamiyah murni. pertumbuhan tubuh manusia dipengaruhi oleh asupan biologis yang terserap sebagai gizi bagi tubuh, sedangkan perkembangan mental, pola pikir dan tata nilai dipengaruhi oleh lingkungan, pengalaman dan pengetahuan. Hal ini menentukan bagaimana individu berinteraksi dalam lingkungan sosial yang berhubungan dengan individu lainnya. pola-pola yang baik akan menguatkan tujuan mencapai kesamaan pandang terhadap suatu objek.

Perosalan yang seringkali muncul dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan tersebut adalah bagaimana manusia menyesuaikan kemampuan fisik dengan kesiapan mental, wadah pengetahuan  yang dapat diserap dengan baik. dalam hal ini pendidikan berperan sangat penting membentuk mental dan pola pikir manusia sejak dini. Pendidikan adalah aktivitas belajar-mengajar yang bertujuan membentuk mental dan pola pikir yang baik. sehingga manusia mampu menyesuaikan kemampuan secara teoritis maupun secara praktis yang tidak terlepas dari nilai (moral dan spiritul).

Aktivitas belajar-mengajar sesungguhnya tidak hanya didapatkan dari bangku sekolah saja karena setiap ruang adalah kelas dan setiap manusia adalah guru. Terutama ruang sosial yang memicu kita untuk berintraksi dengan orang lain. Demikian  yang saya rasakan Di Dusun Segenter, Desa Sukadana Bayan Lombok Utara.

Zaky Hambali tengah memainkan gangsing ditanganya.

Beberapa hari lalu saya bertemu dengan seorang siswa kelas 5 SD yang tengah bermain bersama kawan-kawannya. Sebut saja M. Zaky Hambali, Ia tengah bermain gangsing yang terbuat dari kayu pohon kesambi’, galih busur dan kayu pohon asam yang dipoles sedemikian rupa hinga dapat berputar dengan seimbang. Zaky sekolah di Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Ulum The Koning School. sebuah sekolah yang berada Di Dusun Segenter Desa Sukadana Bayan Lombok Utara.

Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Ulum De Koning School merupakan sekolah yang di bangun pada tahun 1997 oleh insiatif seorang tokoh agama yang berasal dari Kediri Lombok barat yang bernama TGH. Muhammad Safwan. Mulanya ia adalah seorang pendakwah yang datang ke Dusun Segenter untuk menyampaikan risalah keislaman. Pada masa itu ia bersama para santri Pondok Pesantren Nurul Hakim kediri gencar menyampaikan dakwah kepada warga Segenter. Hingga diutuslah seorang santri yang bernama Suhardi yang mengemban amanah dakwah dari TGH. M. safwan.

Bangunan Madrasah Ibtida’iyah De Koning School yang berdekatan dengan masjid Dusun Segenter

Hingga pada tahun 1997 tersebut Madrasah Miftahul Ulum De Koning School mulai dibangun dengan beberapa lembaga pendonor dana diantaranya, Baziz Lombok Barat, Bappeda Prov NTB dan pada tahun 2002 Madrasah mendapatkan bantuan dari seorang wisatawan Belanda yang bernama Yohana karena melihat kondisi sekolah yang memprihatinkan. Dan pada saat menyerahkan bantuan tersebut, yohana meminta agar sekolah tersebut dinamakan dengan De Koning School. Sedangkan dari TGH. Muhammad Safwan untuk menamakannya sebagai Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Ulum, sehingga dinamakanlah sekolah tersebut dengan nama Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Ulum De Koning School Segenter

Perpustakaan madrasah yang berada diruang masjid Dusun Segenter.

 

Pada tahun ini, santri Madrasah tersebut berjumlah 53 orang dengan ruang belajar berjumlah 5 lokal/kelas. terkadang Para pendidik madrasah menggunakan teras masjid untuk memaksimalkan proses pembelajaran yang dilakukan. Sebagai madrasah swasta yang berada dibawah naungan Kementrian Agama. MI Miftahul Ulum De Koning School  juga berhubungan erat dengan pondok pesantren Nurul Hakim Kediri. Dari kemurahan hati TGH. Muhammad Safwan, setiap alumni MI Miftahul Ulum selalu diringankan dari biaya pendidikan oleh pihak pondok pesantern tersebut.

Para siswa tengah menenrima pelajaran agama Islam dari gurunya.

Sejak berdiri hingga sekarang, Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Ulum De Koning School telah banyak mencetak generasi islami yang mampu meneruskan perjuangan dakwah yang dilakukan di Dusun Segenter dan Bayan pada umumnya. Hingga saat ini Ust. Suardi yang diutus oleh TGH. M Safwan sekaligus sebagai kepala sekolah Madrasah Ibtida’iyah ini, yang dulunya merasa sendiri memperjuangkan dakwah islamiyah, kini telah memiliki generasi yang mendakwahkan islam seperti Ust. Hambali, Ust. Awaluddin, Ust. Kamaruddin dan yang lainnya.

Sektor pendidikan dalam sebauh komunitas masyarakat adat memang sangat penting sebagai pemenuhan kebutuhan pengetahuan untuk menyesuaikan alur zaman. Terutama di Dusun Segenter yang masih memegang erat hukum adat dan tradisi leluhur. Hal ini menyebabkan pola fikir masyarakat tertutup secara prinsipil dan cukup sulit menerima faham yang dianggap baru, apalagi yang dapat menyentuh persoalan nilai(tatanan adat). Hal ini tidak menapikan adanya kesamaan atas nilai-nilai baik yang sesuai dengan syari’at islam. Karena jika dipandang dengan makna yang lebih luas yaitu nilai kearifan, sosial dan nilai-nilai yang baik.

Berdiskusi bersama para pengurus Madrasah dan masjid Dusun Segenter.

Dalam konteks di Dusun Segenter sebagai salah satu destinasi wisata rumah adat tradisional, kini mulai dihadapkan dengan perkembangan zaman yang menuntut manusia untuk menyesuaikan diri. perkembangan alat komunikasi, transfortasi, hingga kemajuan pola berfikir merupakan faktor terjadinya perubahan pada tata adat yang ada. legitimasi yang dilakukan oleh para tetua adat yang kemudian dipegang teguh oleh generasi ke generasi mulai tergeser oleh tuntutan penyesuaian zaman.

Keceriaan para siswa saat berada dirumah.

Perubahan yang baik akan berdampak pada harmoni kemasyarakatan yang baik pula. Pengaruh baik yang ditimbulkan oleh adanya pariwisata di Dusun Segenter semakin mendorong warga untuk menempuh pendidikan yang layak, karena tengah bersentuhan dengan orang luar. Oleh karena itu, MI Miftahul Ulum De Koning School menjadi satu-satunya lembaga pendidikan formal dasar bagi anak-anak di Dusun Segenter untuk mempersiapkan generasi yang dapat membawa arah perubahan Yang Baik Bagi Warga Masyarakat Dusun segenter desa sukadana bayan Lombok Utara.

MI Miftahul Ulum De Koning School memang menjadi salah satu lembaga pendidikan formal yang ada, namun aktivitas belajar sesungguhnya tidak selesai hanya didalam kelas saja, lingkungan dan pengalaman juga merupakan penentu pola dan paradigma berfikir manusia. Upaya yang butuh dilakukan secara berulang adalah memotivasi peserta didik untuk tetap memilki semangat belajar yang kuat dan dapat terus terlaksana sesuai tujuan dan harapan masyarakat sekitarnya.

By | 2018-05-04T06:27:41+00:00 May 4th, 2018|Journals|0 Comments

About the Author:

mm

Leave A Comment