AksaraTani; Pesan Buah & Sayuran, Antar Ke Warung Makan.

//AksaraTani; Pesan Buah & Sayuran, Antar Ke Warung Makan.

Salah satu penopang perekonomian utama Gili Meno adalah perdagangan. Hampir di seluruh Gili Meno dapat kita temukan pengusaha bungalow, penjual jasa perjalanan pariwisata (snorkeling, diving, atau penyewaan kapal) dan pengusaha rumah makan baik makanan lokal atau western.  Melalui perdagangan pula hubungan antara Gili Meno dan mainland (pinggir/Lombok) tidak dapat dipisahkan. Hal ini dapat dilihat dari kesibukan pelabuhan Gili Meno setiap pagi yang penuh dengan pedagang-pedagang (supplier) bahan makanan seperti sembako (sembilan bahan pokok), sayuran, buah, bahkan jajanan yang berasal dari mainland.

Para pedagang baru berlabuh di pesisir Meno

Salah satu penjual bahan makanan yang sering kita lihat adalah bu Khairani. Bu Khairani adalah warga Tanjung yang sudah lama menjual bahan makanan di Gili Meno. Bu Khairani mencoba peruntungan di Gili Meno sejak pariwisata mulai masuk sekitar tahun 1990an ketika usaha warung makan mulai berkembang. Bu Khairani membawa barang dagangan sesuai pesanan warung makan atau warga terutama sayuran atau buah yang sulit ditemui di Gili Meno. Tetapi tidak jarang bu Khairani juga membawa ikan dan ayam fillet yang sudah dipesan oleh warung makan atau warga. Bu Khairani bercerita bahwa barang dagangan yang dibawa olehnya berasal dari pasar Tanjung atau pasar Mataram untuk bahan-bahan tertentu seperti kol ungu, selada merah atau sayuran yang tidak begitu umum dijual di pasaran.

Deretan pedagang sayuran, buah, dan bahan dapur lainnya tengah menjajakan dagan.

Menurut bu Khairani, permintaan bahan makanan di Gili Meno semkin banyak. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, bu Khairani harus berkeliling untuk mencari konsumen, namun saat ini, bu Khairani sudah menjadi supplier bahan makanan terutaman sayuran untuk beberapa warung makan. Saat ini, bu Khairani lebih sering membawa pesanan dan hanya sedikit membawa sayuran untuk dijual keliling Meno sambil menunggu jadwal kapal untuk kembali ke pelabuhan Bangsal. Bu Khairani mengaku dengan berkembangnya pariwisata di Gili Meno, maka penjualannya juga menjadi lebih baik karena mulai banyak tamu yang datang ke Gili Meno tidak seperti dulu yang masih sepi dan menjual sayuran hanya memenuhi permintaan warga.

Kuli barang tengah mengangkat merapikan barang keatas cikar.

 

Biasanya, pedagang-pedagang sayuran atau bahan makanan akan tiba di pelabuhan Gili Meno sekitar pukul 10.00-an, naik kapal kelas 2 (jadwal pemberangkatan yang kedua).  Sesampainya di pelabuhan Gili Meno, kelompok kuli pengangkut barang akan menurunkan barang dagangan dari boat (kapal) ke pinggir pantai atau langsung ke cidomo atau jaran dongol (cidomo pengangkut barang) carteran untuk diantar ke lokasi-lokasi yang memesan barang dagangan tersebut, seperti ke warung makan atau rumah warga.

By | 2018-02-03T03:19:04+00:00 February 3rd, 2018|AksaraPangan|0 Comments

About the Author:

mm
Afifah Farida Jufri, M.Si. (Pekanbaru, 25 Mei 1989), Menyelesaikan pendidikan S2 dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2015. Sejak tahun 2016, ia kembali ke kota kelahirannya, Pekanbaru, untuk membangun dan mengembangkan sebuah laboratorium pertanian skala rumahan, bernama Pusat Studi Agrikultur Sayurankita demi meneliti kemungkinan pengembangan ilmu pengetahuan pertanian lewat kerangka lintas disiplin, terutama pendekatan dan metode yang berasal dari ranah seni, media alternatif, dan praktik-praktik kreatif di ranah kebudayaan kontemporer lainnya.

Leave A Comment