Presentasi Publik Lokakarya BerajahAksara Desa Sekotong Timur #KataKamuStopPerkawinanUsiaAnak

//Presentasi Publik Lokakarya BerajahAksara Desa Sekotong Timur #KataKamuStopPerkawinanUsiaAnak

Setelah melakukan riset kolektif, pengarsipan dan pembacaan ulang bersama warga Desa Sekotong Timur selama 16 hari yang dimulai dari tanggal 28 Juli s/d 12  Agustus 2017. Lokakarya BerajahAkara yeng bekerja sama dengan Aliansi Yes I Do menitik beratkan pada isu perkawinan anak dengan tingkat rentan terjadinya cukup tinggi di wilayah Desa Sekotong Timur Kec. Lembar Kab. Lombok Barat. Proses tersebut mengupayakan munculnya gerakan-gerakan warga terhadap laku perkawinan anak sebagai pencegahan terjadinya pernikahan dini di Desa Sekotong Timur.

Poster presentasi publik

Presentasi publik Lokakarya BerajahAksara merupakan proses akhir dalam serangkaian pola kerja BerajahAksara sebagai alat lihai untuk menelaah lokalitas dan mengarsip potensi yang dimiliki warga sehingga muncul upaya untuk menjaga, mengolah, mengembangkan dan memajukan potensi tersebut. Presentasi publik Lokakarya BerajahAksara Desa Sekotong Timur merupakan proses akhir yang dikemas dengan sebuah acara ala warga, di inisiasi oleh warga (teknis) dan menampilkan potensi-potensi yang dimiliki oleh warga pula.

Pada umumnya presentasi publik LokakaryaBerajahAksara menggunakan dua pendekatan sebagai upaya untuk memunculkan potensi warga yaitu dengan menggunakan pendekataan kekaryaan dan negoisasi. Pendekatan kekaryaan mengolah wilayah gagasan (konten pengetahuan) yang ditemukan saat melakukan riset. Kemudian menjadi karya yang tertuang dalam tulisan, photo, video dan  film  dan dipamerkan dalam presentasi publik. sedangkan pendekatan secara negoisasi merupakan potensi yang ditemukan berupa kemampuan warga dalam bidang musik, tari, vocal dan lain sebagainya yang berhubungan dengan potensi individu/kelompok yang performatif.

Jum’at 11 Agustus 2017. Partisipan Lokakarya mulai menyelesaikan pengambilan gambar (shooting) tentang video  terstimoni dan film Putri Menggapai Matahari yang  merupakan dua karya merespon persolan perkawianan anak di Desa Sekotong Timur. Semetara itu tim penulis mempersiapkan segala hal terkait publikasi kekaryaan seperti, katalog, poster, print out photo dan tulisan sebagai bahan pameran proses. Kepala Dusun Jelateng Sedenggang yang merupakan ketua panitia presentasi publik sekaligus partisipan aktif pada lokakarya ini tengah sibuk melakukan negoisasi kepada warga untuk mempersiapkan perlengkapan teknis seperti penentuan lokasi,  pengadaan terop, soundsistem dan kelistrikan.

Persiapan Presentasi Publik di lokasi

Proses Lokakarya BerajahAksara di Desa Sekotong Timur menghasilkan tiga karya film dokumenter yang berjudul, Pernikahan dini ?, Kisah Si Penjual Sayur dan Pesa  Sang Kakek. Dan sebuah film fiksi yang berjudul Putri Menggapai Matahari.dan beberapa tulisan tentang potensi Desa Sekotong Timur. Seperti, pertanian, emas, solidaritas warga dan pengalaman2 para partisipan.

Membangun terop bersama warga

Malam pun tiba, kami tengah mempersipakan finishing karya sambil mendiskusikan beberapa hal terkait persiapan bentuk acara dan pembagian tugas untuk persiapan besok pagi dilokasi. Sedangkan warga Desa Sekotong Timur tengah riuh sejak beberapa hari lalu menunggu karya partispan.  karena proses shooting dilakukan  ditengah perumahan warga sehingga warga menyaksikan proses tersebut secara langsung. Persiapan kami hari jum’at masih belum kelar. Kami belum memetakan lokasi tentang bagimana tata letak pameran, panggung datar, temapat mendisplay bahkan persiapan tehnis masih simpangsiur. Karena warga yang di datangi untuk memenuhi perlengkapan presentasi masih belum sempat bertemu. Kami pun membagi tugas untuk menyelesaikan hal-hal yang belum kelar tersebut. Saya mempersipakan display dilokasi, Hamdani menyelesaikan kekaryaan dan partisipan yang lain menyambangi kembali warga yang memiliki fasilitas yang dibutuhkan.

Sabtu 12 Agustus 2017, kami pun  gencar melakukan persiapan karena sisa waktu hanya tinggal beberapa jam. Saya dan Puji Aguspian salah satu pasrtisipan sekaligus tim lapangan pergi menuju lapangan basket SMPN 2 Lembar untuk mengatur tata letak dan mendisplay pameran proses, sementara Hamdani menyelesaikan editing. Pada hari itu sejak siang hingga sore, satu per satu warga membawakan perlengkapan yang kami butuhkan seperti terop datang dari seorang warga yang sedang melakukan syukuran Haji ke Baitullah. Sound system yang kami gunakan merupakan milik Sekolah dan werless milik Kator Desa. peralatan yang lain pun dibawakan oleh warga yang lain seperti pot bunga, sepanduk yang menjadi layar dan sebagainya.

Pameran photo dan tulisan, hasil Lokakarya BerajahAksara

Malam pun tiba, persiapan sudah mulai rampung. Warga pun mulai berbondong-bondong datang sambil membawa sanak saudaranya untuk menyaksikan pemutaran film karya partisipan Lokakarya BerajahAksar Desa Sekotong Timur. Kawan-kawan Pasirputih pun mulai datang untuk mengapresiasi karya partisipan Loakakarya, Muhammad Sibawaihi, Laila Etika, Muhammad Rusli, Ahmad Humaidi dan beberpa kawan dari Aliansi Yes I Do serta tamu undangan yang lain seperti aparat desa, remaja dan tokoh masyarakat yang lain dan hadir ditengah kami adalah seorang seniman yang berasal dari Jatiwangi yaitu, Ismal Muntaha yang meruapakan salah satu anggota Jatiwangi Art Factory (JAF)

Lapangan basket mulai dipadati warga, acara pun telah siap dimulai dengan susunan acara yang telah disusun bersama. Sebagai pembawa acara adalah Putri Iswawanda Putri (pasrtisipan)  dan Wulandari Karlina (Aliansi Yes I Do) meggugah suasana dengan ceria dan bahagia membawakan acara presentasi publik Lokakarya Berajahaksara Desa Sekotong Timur dengan tema #KatakamuStopPerkawinanUsiaAnak bekerja sama dengan Aliansi Yes I Do.

Duet tartil Al-Qur’an santri PONPES Darul Falah Sekotong Timur

Acara pun dibuka dengan lantunan tartil Al-Qur’an oleh dua orang santri Ponpes Darul Falah Sekotong Timur. Ini merupakan potensi dibidang keagamaan yang harus dikembangkan agar tradisi Islam tetap terjaga dan kemudian lembaga pendidikan agama dapat menciptakan ruang untuk mengembangkan potensi tersebut sebagai upaya pengembangan dan pelestaraian.

Kepala Desa Sekotong Timur memberikan sambutan

Pada saat acara dimulai Kepala Desa Sekotong Timur (H. Ahmadi) memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Beliau menyampaikan tentang bagiamana warga membentuk gerakan-gerakan inisiatif untuk mencegah terjadinya pernikahan dini di Desa Sekotong Timur. Bahkan H. Ahmad menyatakan “Lamun arak masyarakat siq ndk bdowe biaye kadu sekolah, tiang akan menanggung biaye sekolah ne sampae lulus SMA”  kalimat tersebut berulang-ulang disampaikan oleh kepala desa Sekotong Timur untuk menegaskan kepada warga betapa penting pendidikan anak dibanding melakukan pernikahan dini.

PasirPutih (Muhahmmd Sibawaihi) memberikan sambutan

Sambutan kedua disampaikan oleh yayasan PasirPutih dalam hal ini Muhammad Sibawaihi memberikan apresiasi yang luar biasa dan mengucapkan terima kasih kepada warga yang terlibat pada proses Lokakarya Berajahaksara Desa Sekotong Timur. Mengingat bahwa BerajahAksara merupakan gagasan PasirPutih sejak 2013 sebagai metode riset kolektif terhadap potensi ruang dan masa. Ia juga sebagai media alternatif warga sebagai wadah dan gerakan literasi media mengkonter sentralisasi media massa untuk lebih memandang  potensi lokal sebagai kontent yang tidak kalah penting untuk diketahui.

Wulandari dari Aliansi Yes I Do memberikan sambutan

Kudsi (Kepala Dusun sekaligus ketua panitia presentasi publik) memberikan sambutan

Setalah itu mik diberikan kepada Wulandari sebagai perwakilan Aliansi Yes I Do untuk menyampaikan sambutan dan penjelasan singkat tentang pentingnya mencegah perkawinan anak yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik terutama bagi perempuan. Selain itu, ia juga mengajak warga untuk bersama-sama melakukan gerakan anti perkawinan anak. Kemudian mik diberikan kepada ketua panitia presentasi publik Lokakarya BerajahAksara Kudsi (Kepala Dusun Jelateng Sedenggang). Kudsi sedkikit bercerita tentang proses selama mengikuti Lokakarya dan mengucapkan banyak terima kasih kepada PasirPutih Dan Aliansi Yes I Do karena telah menyelenggarakan Lokakarya yang sangat penting ini di Desa Sekotong Timur, Ungkapnya.

Pemutaran film dokumenter

Antusias warga menyaksikan Presentasi publik Lokakarya BerajahAksara

Para tokoh masyarakat yang menghadiri presentasi publik

Setelah itu, kami pun menyaksikan 3 film dokumenter diantaranya; Testimoni tentang pernikahan dini, film ini berisikan tentang wawancara 100 pemuda Desa Sekotong Timur dalam hal menanggapi satu pertanyaan yang dilontarkan oleh kawan-kawan “Bagaimana menurut anda tentang laku pernikahan anak?” pertanyaan ini kemudian dorespon dari berbabagi macamkalangan dan dengan berbagai macam jawaban yang dijahit menjadi satu kesatuan menjadi video.

Film kedua yang berjudul “Pesan Sang Kakek” Film ini merupakan hasil investigasi yang membahas tentang pertambangan emas yang ada di Sekotong, dengan narasumber tunggal yang terlibat langsung pada aktivitas pertambangan. Gagasan film ini mengulas pesan seorang kakek yang ditokohkan di Desa Sekotong Timur pada masa lampau dan diceritakan ulang . Film tersebut didesign dengan bahsa visual yang sederhana dan mudah untuk dimengerti.

Film ketiga yang berjudul “kisah si pedagang sayur” film dokumenter ini menceritakan kisah seorang pedagang sayur yang berjualan keliling desa dengan menggunakan argo berwarna merah. Film ini merespon bagaimana realitas warga dalam bidang ekonomi, diamana jarak pasar dengan rumah warga cukup jauh dan bagaimana keadaan ekonomi warga pasca gemilangnya  pertambangan emas yang mempengaruhi sektor ekonomi warga.

 

Setelah memuatr 3 film, kami pun melanjutkan acara dengan memutar film yang ditunggu-tunggu yaitu film “Putri Mengapai Matahari”. Film ini merupakan respon dari isu rentannya perkawianan anak di Desa Sekotong Timur. Alur film yang mudah difahami karena dalam ketokohannya tdak menghilangkan karakter asli para aktor. Sehingga sangat dekat dengan realitas warga. Film ini merupakan karya unggulan partisipan Lokakarya BerajahAksara Desa Sekotong Timur. Warga sangat antusis dengan adanya presentasi publik Lokakarya BerajahAksara. Diperkirakan saat pemutaran film terdapat hampir semua warga menyempatkan diri untuk menyaksikan film karya partisipan tersebut.

Hiburan : Maiq Acoustic

Kolaborasi pasirputih dan Aliansi Yes I Do menyanyikan lagu “inaq tegining amaq teganang”

Pada akhir sesi, kami pun di hibur oleh kelompok acoustik pemuda Desa Sekotong Timur dengan nama grup mereka Maiq Acoustik dan juga di hibur oleh grup musik kolaborasi PasirPutih dan ARI NTB yang menyanyikan lagu sasak yang berjudul “Inak Tegining Amaq Teganang”. Al-hasil, presentasi publik Lokakarya BerajahAksara cukup berkesan dengan liku proses dan karya yang dibuat oleh para partsipan Desa Sekotong Timur kec. Lembar Kab. Lombok Barat.

 

By |2017-08-15T09:13:35+00:00August 15th, 2017|Journals|0 Comments

About the Author:

mm

Leave A Comment