Batu Bata Lembar: Bahan Konstruksi Berkualitas

//Batu Bata Lembar: Bahan Konstruksi Berkualitas

Suatu malam, saya melihat terungkupan asap yang mengepul ditengah sawah dengan bara  yang masih memerah pada barisan lubang persegi 20 cm x 20 cm dengan 4 lubang disetiap sisi. Saya pun bertanya pada kawan-kawan yang sedang duduk berdiskusi malam itu, “sedang apakah warga disana..?”. “Itu proses pembakaran batu bata”. Sahut salah seorang diantara mereka, karena pada malam itu kami tengah berbincang tentang persiapan shooting pembuatan film tentang isu rentannya pernikahan dini di Desa Sekotong Kec. Lembar Lombok Barat.

saat pagi buta lepas malam lalu. Saya pun mendatangi tempat tersebut dengan membawa cyber shoot dan beberapa lembar kertas. Sesampai disana, bertemulah saya dengan Pak Budi yang merupakan pemilik dari produksi batu bata tersebut. Budi adalah lelaki berumur 47 Thn yang menjadi pengusaha batu bata sejak beberapa tahun lalu. Bersama beberapa kerabatnya ia memenuhi pesanan kebutuhan batu bata yang digunakan sebagai bahan bangunan.

Pak Budi sedang menyusun batu bata hasil cetakannya.

Batu Bata adalah bahan bangunan yang digunakan oleh masyarakat baik di pedesaan atau perkotaan yang berfungsi untuk bahan konstruksi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pabrik batu bata yang dibangun masyarakat untuk memproduksi batu bata. Penggunaan batu bata banyak digunakan untuk aplikasi teknik sipil seperti dinding pada bangunan  gedung, bendungan, saluran dan pondasi.

Di Lombok Khusunya, batu bata merupakan bahan yang mesti ada pada setiap banguan dinding, walau sekarang sudah ada batako dan bata ringan, namuan belum mampu menandingi kualitas batu bata, terutama batu bata merah. Di Lombok, salah satu produksi batu bata merah yang memiliki kualias tinggi adalah batu bata yang ada di Desa Sekotong Timur ini yang lazim disebut oleh warga dengan batu bata lembar.

Batu bata merah merupakan salah satu unsur bangunan yang terbuat dari tanah liat ditambah air dengan atau tanpa bahan campuran lain melalui beberapa tahap pengerjaan, seperti menggali, mengolah, mencetak, mengeringkan, membakar pada temperatur tinggi hingga matang dan berubah warna serta akan mengeras seperti batu setelah didinginkan hingga tidak dapat hancur lagi bila direndam dalam air.­­

Lahan Produksi batu bata Pak Budi

Batu bata yang dikeringkan selama 2 hari

Produksi batu bata yang di Desa Sekotim sangatlah bergantung pada kondisi alam. Ia menegaskan bahwa untuk mendapat 1000 buah batu bata, realtifnya memakan waktu 2-3 hari. Ada produksi yang membuat secara langsung dengan kepemilikan tanah pribadi. Ada pula yang menggunakan jasa pencetak bata (sasak: Pengitak) yang pada umumnya diberikan upah Rp. 60.000 dalam 1000 buah batu bata. Setelah melalui pengitak (pencetak) bata, maka batu bata akan dikeringkan dibawah sinar matahari. Proses penjemuran batu bata dapat memakan waktu selama 2 hari jika pada saat cuaca yang mendukung, tetapi jika pada saat musim hujan maka proses Penjemuran dapat memakan waktu yang cukup lama bisa sampai seminggu penjemuran batu bata. Setelah itu adalah proses yang penting ialah proses pembakaran.

Proses pembakaran batu bata

Proses pembakaran batu bata biasanya dilakukan oleh orang yang sudah ahli dalam menentukan baik atau tidaknya batu bata yang sudah dibakar. Jika pembakarannya gagal, maka batu bata tidak bisa di daur ulang kembali karena bahan pembuatan batu bata dibakar hanya sekali saja. Batu Bata pada proses pembakaran akan disusun secara bertingkat dan bagian bawah tumpukan batu bata tersebut akan dibuat semacam terowongan untuk  memasukan kayu bakar pada proses pembakaran batu bata. Pada bagian atas akan diberikan sekam padi atau kayu bakar untuk proses pematangan pada bagian atas batu bata. Panas yag akan menyebar dengan baik akan dapat membuat batu bata matang dengan sempurna.

Susunan batu bata saat proses pembakaran

Batu bata dengan kualitas yang baik dapat dilihat dari kematangan yang sempurna, jika batu bata yang yang mengalami pembakaran sempurna maka akan berwarna kemerahan pada bagian seluruh batu bata tetapi pada batu bata yang kurang bagus maka akan ada warna kehitaman pada bagian sisi batu bata yang akan mengakibatkan kekuatan batu bata berkurang dibanding kekuatan batu bata dengan proses pematangan yang sempurna.

Setelah melalui proses pembakaran, batu bata pun di sortir berdasarkan kualitasnya. Biasanya ada 2 kelas kualitas batu bata yaitu bata kelas satu dan kelas dua yang kemudian dipasarkan ke beberapa wilayah di Lombok. Ada juga sebagain warga yang memproduksi batu bata berdasarkan pesanan dari pengepul. Jumlah warga yang berprofesi sebagai pengitak dan buruh pengitak batu bata di Desa Sekotong Timur kurang lebih 25% dari 4672 Jiwa. Ini merupakan dominan kuantity dari profesi-profesi warga yang lain.

Batu bata merah yang telah disortir sesuai kualitasnya.

Perbincangan saya dengan Pak Budi tidak hanya membahas tentang proses produksi batu bata di Desa Sekotong Timur. Kami pun membahas tentang struktur masyarakat Sekotong yang berasal dari beberapa tempat di Lombok seperti dari Lombok Timur, Lombok Tengah dan beberapa desa tetangga di Lombok Barat. Pak Budi bercerita tentang seorang tokoh warga yang bernama H. Marzuki yang biasa disebut H. Umar beliau adalah seorang tokoh warga dari Desa Lelede Lombok Timur yang pertama kali datang ke Desa Sekotong Timur dan kemudian keturunannya beranak-pinak hingga sampai sekarang ini. Sedangkan yang berasal dari  Gerung Lombok Barat Adalah Keluarga H. Alimudin, Seorang tokoh agama yang di segani di Desa Sekotong Timur bahkan beliau membangun sebuah pondok pesantren sebagai ruang belajar agama bagi warga yaitu Pondok Pesantren Darul Falah Sekotong Timur.

 

By |2017-08-14T16:43:33+00:00August 14th, 2017|Journals|0 Comments

About the Author:

mm

Leave A Comment