Selamat Datang Di PasirPutih : Kedatangan Keluarga Baru Dari Polandia

//Selamat Datang Di PasirPutih : Kedatangan Keluarga Baru Dari Polandia

Menjaga hubungan baik dengan siapapun akan mengantarkan hubungan tersebut menjadi lebih lama dan lebih berarti. Beberapa hari yang lalu kantor Pasirputih kedatangan keluarga baru. Magdalena Starska, Iwona Jozwiak dan dua bocah hyperaktif Tatiana Tazarow dan Makary Tazarow. Magdalena adalah  seorang seniman perupa dan dosen yang cukup terkenal dinegaranya, ia juga merupakan  ibu dari dua bocah cerdas tersebut. sedang Iwona adalah seorang Psikolog/Psikiater sekaligus dosen disebuah Universitas di Polandia.

Minggu 15 juli 2017. Bertepatan dengan jadwal pemutaran Bioskop Keliling pasirputih. Mereka sampai di pasirputih dan membawakan hadiah sekotak coklat yang mereka beli bawa dari Polandia. Semacam hadiah perkenalan.  Tepat pada pukul 20:30 Oka sebagai Direktur Bioskop Pasirputih mulai mempersiapkan perangkat seperti proyektor, screen, laptop dan yang lainnya di rumah gawe nikahan (Acara Pernikahan) warga di Dusun Karang Subagan Daya (KARSUNDA) dengan memutar Film Warkop DKI yang berjudul “Sama Aja Bohong” tak lama ngobrol santai dari sejak kedatangan mereka, kami pun berangkat ke tempat pemutaran film.

Bioskop PasirPutih di prosesi pernikahan warga Dusun Kebun Indah

Sebelum Film diputar warga pun mulai berdatangan, tak ketinggalan para peserta BBM (Belajar Bersama Maestro)  Yang berasal dari beberapa provinsi di Indonesia dibimbing Oleh Maestro Zakaria seorang tokoh  Seni Tari Tradisional Nusantara Dari Sanggar Seni Tari Rudat Panca Pesona Terengan. Disana Hadir juga Kang Jabo dan Boleng anggota dari SFN Labs yang kebetulan menjadi pendamping Zakaria. Kegiatan BBM merupakan Program KEMENDIKBUD untuk memberikan ruang bagi para pelajar menimba ilmu dan pengalaman bersama para Maestro. berapa anggota Pasirputih juga hadir seperti Ahmad Humaidi, Ahmad Rosyidi, saya dan muhammad gozali.

Kami merasa bahagia atas kedatangan mereka dipasirputih karena  projek mereka adalah untuk melakukan riset tentang bagaimana komunitas berkolaborasi/berkarya bersama warga untuk melakukan sesuatu, seperti pola kerja komunitas pasirputih membuat kegiatan Bangsal Menggawe dan konsep gotong royong warga terhadap kegiatan tersebut. mengingat Pemenang merupakan tempat dimana Tiga agama (Islam, Hindu dan Budha) hidup damai dalam keharmonisan.

bersilaturahmi Ke Rumah Lalu Mintarja

Solaturrahmi ke-kediaman Nengah Karuna

Hari selanjutnya kami mengajak Magdalena dan Iwona bersilaturahmi ke rumah-rumah warga. Pertama Kami pergi kerumah Lalu Mintarja dan mendiskusiakan tentang bagaimana sesungguhnya Pemenang terkait sejarah, karakter dan struktur masyarakatnya.  Kemudian kami pun berslaturrahmi ke kediaman Nengah Karuan seorang tokoh Agama Hindu untuk berdiskusi terkait ritual ummat yang dilakukan diBangsal. Karena sejatinya bangsal merupakan tempat yang dapat mempertemukan konsep ujaran tiga agama tersebut.

Berkunjung Ke Gedung TES (Tempat Evakuasi Seniman)

Pada sore hari tanggal 17 juli Magdalena, Iwona, Makary dan Itiana serta kawan-kawan pasirputih berkunjung kebangsal untuk sekedar melihat dan menikmati suguhan senja sekaligus menalaah ralitas yang terjadi di bangsal. Yang sebeumnya mereka menyempatkan untuk memasuki gedung TES (tempat Evakuasi Sementara) BNPB NTB untuk melihat karya mural the popo dirooftop gedung yang. Dan melihat Pemenang secara keseluruhan dari lantai 4 gedung tersebut.

Berdiskusi diteras Pasirputih

Saat Muhammad Sibawaihi dan Laila Etika (Istri Siba) pulang dari kegiatan Pekan Seni Media dipekan baru. Ia menjelaskan juga bagaimana pasirputih berkegiatan dengang konsep gotong royong bersama warga. Semacam penguat dari penjelasan yang diberikan oleh Muhammad Gozali sebelumnya.

Waktu menelan terik pada senja saat magrib tiba. Malam berbenah menyambut dingin. Pada tiap malam setelah bersilaturahmi kami selalu duduk bersama berdiskusi tentang pemenang dan segala hal yang ingin kami tau, sekali waktu kami belajar bahasa Polandia dan mereka pun belajar bahasa Indonesia. seperti kelas bahasa namuan terkoneksi dengan bahasa inggris. Bahasa Poland-Inggris-Indonesia dan sebaliknya. Beberapa kali kamu tertawa merasa lucu, karena beberapa bahasa yang terbolak-balik. Kata “Iya” dalam bahasa Polandia adalah “Tak” sedangkan kata “Tak” dalam bahasa indonesia artinya “Tidak”.

Setelah 3 hari  Bersilaturahmi dan berdiskusi. Magdalena dan Iwona tertarik dengan gotong royong warga, melihat secara langsung pada saat acara prosesi pernikahan di Dusun Karang Subagan, mereka mendapati hal yang jarang mereka temui di Polandia, khusunya karakter masyarakat yang ramah dan wellcome. Hanya mereka memiliki sedikit masalah tentang makanan yang ada di Lombok atau di Indonesia umumnya.

Berbincang Bersama POKDARWIS Eko Wisata Kerujuk.

Iwona berdiskusi bersama Lukman

Bermain air di Eko-wisata Kerujuk

Selain itu, kami juga mengunjungi daerah Ekowisata Kerujuk Desa persiapan Menggala Kec. Pemenang. Sesampai disana kami menikamati kreasi spot-spot keren yang dibuat oleh POKDARWIS Eko-Wisata Kerujuk. Makary dan Tatiana begitu senang bermain disungai yang airnya mengalir jernih dari selah bebatuan. Magdalena dan Iwona tertarik untuk Mengetahui konsep Eko-wisata kerujuk. sehingga kami pun berdiskusi sambil menikmati secangkir kopi diskenem (berugak). Lukman Hakim (Ketua POKDARWIS) menjelaskan bahwa konsep Wisata Kerujuk merupakan upaya warga untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kebudayaan, pada beberapa spot yang ditawarkan memiliki konsep permainan tradisional sehingga pada platarannya Ekowisata kerujuk merupakan wisata alam yang menyuguhkan pengetahuan tentang kekayaan lokal di Pemenang atau di Lombok Utara pada umumnya.

Kami merasa begitu senang dengan kedatangan mereka yang tertarik untuk mmpelajari pemenang. Dan sempat saya mendengar selentingan mereka saat ngobrol, Tatiana putri dari Magdalena berkata “saya ingin tinggal disini 12 minggu”.  Karena mereka berencana hanya tinggal selama 2 minggu.

By | 2017-07-19T12:38:20+00:00 July 19th, 2017|Journals|0 Comments

About the Author:

mm

Leave A Comment